Sempat Kontroversi, Liverpool Akhirnya Resmi Lepas Bobby Duncan ke Fiorentina

Raksasa Premier League, Liverpool baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah resmi melepas striker muda berusia 18 tahun, Bobby Duncan secara permanen ke klub Serie A, Fiorentina.

Nama Duncan belakangan menjadi sorotan banyak media setelah sang agen, Saif Rubie, melontarkan kritikan keras terhadap Liverpool dalam bentuk pernyataan panjang yang diunggah ke media sosial Twitter miliknya.

 

Saif Rubie dengan tegas mengklaim bahwa Liverpool telah melakukan intimidasi secara mental kepada kliennya. Duncan pun kabarnya dibuat frustrasi akan perlakuan tersebut. Sampai akhirnya kabar pindahnya Duncan beredar.

Detail Transfer

Liverpool akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran Fiorentina setelah sebelumnya mereka selalu menolak dan akhirnya membuat pihak Duncan frustrasi dan tidak tau apa yang harus di lakukan lagi.

Untuk mendatangkan Duncan, Fiorentina kabarnya harus membayar biaya transfer senilai 500 ribu euro disertai 1 juta euro dalam bentuk bonus berdasarkan performa.

Selain itu, Liverpool juga berhak menerima bagian sebesar 20 persen dari nilai jual Duncan di masa depan. Duncan sendiri diyakini meneken kontrak selama tiga tahun bersama La Viola.

Siapakah Bobby Duncan?

Banyak orang yang belum terlalu mengetahui siapa, Bobby Duncan pria muda ini merupakan sepupu dari legenda Liverpool, Steven Gerrard. Striker yang belum berusia 20 tahun ini baru selama satu musim memperkuat tim muda The Reds.

Sebelumnya, Duncan sempat menimba ilmu di Manchester City dan akhirnya pindah ke akademi Liverpool pada musim panas tahun lalu.

Bersama Liverpool, musim lalu Duncan tercatat tampil cukup produktif dengan berhasil mencetak 32 gol di level akademi. Ia pun sempat masuk skuat tur pramusim Liverpool pada musim panas ini.

Sesaat usai merampungkan proses kepindahannya ke Fiorentina, Duncan lewat akun Instagram pribadinya pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di Liverpool yang sudah membawa namanya di klub membanggakan tersebut.

Sumber : Agen Poker Online Indonesia, celfceredigionart.org

AC Milan Dan Frankfurt Resmikan Pertukaran Andre Silva Dengan Ante Rebic

Raksasa Serie A, AC Milan dan klub Bundesliga, Eintracht Frankfurt meresmikan pertukaran pemain berusia 23 tahun, Andre Silva dan pemain berusia 25 tahun, Ante Rebic dengan status pinjaman.

Lewat laman resmi mereka, Milan menyatakan bahwa mereka resmi meminjamkan Andre Silva ke Frankfurt selama dua musim lamanya tanpa disertai opsi pembelian permanen.

Sebagai imbalannya, Milan berhak meminjam Rebic selama dua musim lamanya juga sama seperti Silva, kesepakatan soal peminjaman Rebic juga tak menyertakan opsi pembelian permanen.

Berita kali ini berbeda dengan kabar sebelumnya yang menyebut Rossoneri punya pilihan untuk mempermanenkan bomber asal Kroasia tersebut. Namun ternyata kesepakatan opsi pembelian permanen tersebut mengalami perubahan menjadi tidak disertakan opsi tersebut.

Masalah Kebugaran Silva

Sempat ada kekhawatiran transfer ini tak terwujud karena Andre Silva sempat diragukan soal kondisi fisiknya, terutama terkait riwayat cedera achilles tendon.

Hal inilah yang kabarnya menjadi penyebab kegagalan Silva pindah ke AS Monaco beberapa waktu lalu, meski kala itu kabar menyebut bomber asal Portugal tersebut tak menyepakati penawaran personal yang diajukan kubu Monaco.

Silva sendiri masih diturunkan allenatore Marco Giampaolo ketika Milan mengalahkan Brescia dengan skor tipis 1-0 dalam laga kandang pertama di Serie A musim ini, akhir pekan kemarin.

Rebic Pengganti Correa

Milan sendiri memutuskan untuk merekrut Rebic setelah pengejaran mereka terhadap penyerang Atletico Madrid berusia 24 tahun, Angel Correa tampaknya tak membuahkan hasil. Lalu Rebic lah yang berhasil membuat Milan tertarik.

Rebic sejatinya menjadi incaran rival Milan, Inter Milan pada musim panas ini. Bomber asal Kroasia itu diplot sebagai pengganti Matteo Politano yang sebetulanya hendak dilepas ke Fiorentina.

Namun belakangan Inter memastikan Politano batal dilepas. Konsekuensinya, Nerazzurri pun mundur teratur dari perburuan Rebic. Milan pun mulai berusaha menikung.

Resmi, Arsenal Lepas Henrikh Mkhitaryan Ke AS Roma

Teka-teki yang ramai dibicarakan mengenai masa depan pemain berusia 30 tahun, Henrikh Mkhitaryan yang akhirnya terjawab sudah. Pemain asal Armenia tersebut resmi baru saja hengkang dari Arsenal dengan tujuan, guna menjalani masa pinjamannya bersama klub raksasa Serie A, AS Roma.

Porsi bermain Mkhitaryan di Emirates Stadium diyakini bakalan berkurang pada musim ini. Terlebih setelah Arsenal mendatangkan penggawa Real Madrid, Dani Ceballos, juga dengan status pinjaman.

Dan pemain berusia 23 tahun tersebut langsung memikat sang pelatih, Unai Emery dalam beberapa laga terakhir. Terutama saat ia menjalani laga debutnya sebagai starter kala Arsenal bertemu Burnley beberapa pekan lalu. Pada saat itu, ia berhasil mencatatkan dua assist.

Sementara itu, ada Mesut Ozil juga yang kabarnya tak kunjung meninggalkan Emirates lantaran tak laris di pasaran. Alhasil, guna merampingkan skuat saat ini, Mkhitarnya pun harus menjadi korbannya sampai akhirnya sudah mencapai kesepakatan yang resmi.

Berlabuh Di AS Roma

Beredarnya sejumlah rumor di tengah-tengah publik membuat masa depan Mkhitaryan jadi tidak menentu. Namun akhirnya, ia mendapat tempat berlabuh baru menjelang penutupan bursa transfer di beberapa negara Eropa lain.

AS Roma saat ini berhasil menjadi klub terbaru Mkhitaryan. Raksasa Serie A tersebut merekrutnya dengan status pinjaman hingga akhir musim. Mereka pun harus membayar uang sejumlah tiga juta euro kepada Arsenal sebagai biaya peminjaman.

“Ini adalah kesempatan besar bagi saya untuk memulai bab baru, dengan klub yang hebat,” tutur Mkhitaryan di situs resmi klub. “Saya tahu soal klub ini dan saya yakin kami bisa mencapai banyak hal hebat bersama-sama,” lanjutnya kepada situs poker online terpercaya.

Kiprah Mkhitaryan di Premier League

Tercatat pemain yang berasal dari Armenia ini membuat perjalanan di ajang Premier League bisa dikatakan buruk. Usai ditebus dengan mahar sebesar 42 juta euro oleh Manchester United pada tahun 2016 lalu, dan ia hanya mampu mencatatkan 13 gol dari 63 penampilan dalam semua kompetisi.

Namun performanya tampak berbeda dengan apa yang ditunjukkan selama membela Borussia Dortmund dulu. Alhasil, Manchester United pun menjadikannya tumbal untuk mendatangkan pemain andalan Arsenal berusia 30 tahun, Alexis Sanchez, pada tahun 2018.

Namun sampai akhirnya tanda-tanda kebangkitan Mkhitaryan sempat terlihat pada awal masa kebersamaannya dengan the Gunners. Sayang, dirinya harus mengalami kecelakaan dengan cedera yang ia alami membuat performanya kembali menurun hingga kini menjadi pilihan kesekian dalam skuat inti Emery.

Mengkritik Kebijakan Transfer, Komentar Lewandowski Ini Di Kecaman Dari Petinggi Munchen

Pemain berusia 31 tahun, Robert Lewandowski sempat melayangkan kritikan pedas kepada manajemen Bayern Munchen perihal kebijakan transfernya di musim panas ini. Hal tersebut membuatnya diganjar kecaman oleh salah satu petinggi klub, Hasan Salihamidzic.

Kritikan penyerang asal Polandia itu terlontar pada bulan Agustus lalu dan begitu cepatnya langsung tersebar ke media, saat Die Bavarians dikalahkan Borussia Dortmund dalam ajang Super Cup. Ia berkata bahwa timnya seharusnya lebih fokus mendatangkan pemain senior yang bisa memberikan dampak langsung di musim ini.

Sebelum laga itu, Bayern Munchen memang lebih banyak memboyong pemain muda ke dalam skuatnya. Pemain muda tersebut yaitu Lucas Hernandez, Benjamin Pavard, dan juga Fiete Arp. Nama terakhir Fiete Arp bahkan belum genap berusia 20 tahun.

Setelahnya, barulah skuat asuhan Niko Kovac tersebut mendatangkan pemain dengan segudang pengalaman. Seperti Philippe Coutinho dan Ivan Perisic yang direkrut dengan status pinjaman dari Liverpool juga Inter Milan.

Komentar Lewandowski Dikecam Petinggi

Setelahnya, semua terlihat baik-baik saja. Tak terlihat adanya hubungan yang retak antara Lewandowski dan manajemen. Bahkan, pria berumur 31 tahun itu baru saja menyepakati perpanjangan kontrak yang berdurasi empat tahun lamanya.

Namun ternyata komentarnya tersebut masih belum bisa lepas dari benak Salihamidzic selaku sosok yang bertanggung jawab dalam perekrutan pemain. Ia tidak terima dan bahkan mengecam Lewandowski untuk tidak berkata sembarangan ke hadapan publik. Berikut ini tanggapan dari Salihamidzic.

“Dia tak perlu khawatir soal tugas saya ataupun tugas dari [CEO] Karl-Heinz Rummenigge atau [presiden] Uli Hoeness – dan pastinya tidak di hadapan publik. Dia tak perlu melakukannya – saya pikir dia paham soal itu,” ujar Salihamidzic kepada Kicker.

“Bila kami tidak melakukan itu [berinvestasi ke pemain muda], akan menyulitkan bagi Bayern, kami tidak bisa menghabiskan uang ratusan juga di setiap musim panas,” lanjutnya.

Munchen Dalam Proses Regenerasi

Pergerakan Salihamidzic dalam memboyong pemain muda bukan berarti Bayern Munchen tidak berambisi meraih trofi bergengsi, seperti Liga Champions contohnya. Ambisi tersebut rupanya masih dipegang erat oleh Die Bavarians.

“Itulah yang kami bicarakan berulang kali dengan pelatih, Niko Kovac,” tambah sosok yang pernah berseragam Bayern Munchen selama hampir 10 tahun tersebut.

“Walaupun kami bertujuan untuk memenangkan kompetisi dan Liga Champions sekali lagi, kami juga harus berinvestasi kepada pemain muda ini secara teratur,” tandasnya.

Perkataan Salihamidzic sejalan dengan aktivitas pelepasan pemain pada musim panas ini. Seperti yang diketahui, Die Bavarians telah melepas sejumlah nama besar yaitu Mats Hummels, Rafinha, Franck Ribery, hingga Arjen Robben yang telah berusia kepala tiga.

Kisah Unik Guendouzi, Dipanggil Masuk Timnas Prancis Saat Lagi Tidur Siang, Rasanya Mimpi Jadi Kenyataan!

Gelandang muda Arsenal berusia 20 tahun, Matteo Guendouzi yang kabarnya bercerita soal pengalaman unik saat dirinya mendapatkan panggilan dari Timnas Prancis. Dimana dirinya mengaku sedang menikmati aktivitas tidur siang saat mendapatkan panggilan tersebut. Secara tiba-tiba dan rasanya mengagetkan.

Pemain yang masih berumur 20 tahun itu sebenarnya telah mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Prancis. Namun, ia tidak cukup beruntung karena hanya dipilih membela skuat U-21.

Tetapi dewi fortuna berkata lain. Cederanya penggawa Manchester United, Paul Pogba, membuat Les Blues harus segera menentukan penggantinya. Keputusan akhirnya menuntun Guendouzi bergabung dengan tim senior.

Namun Guendouzi sedikit terlambat mendapatkan kabar gembira tersebut. Pasalnya, saat keputusan keluar, ia sedang tenggelam dalam dunia mimpi alias sedang bermimpi kala melakukan aktivitas tidur siang.

Kisah Unik Guendouzi

Saat dirinya sedang nikmat mimpi yang indah dan terlelap, Guendouzi bahkan sampai tidak bergeming saat Sylvain Ripoll selaku pelatih tim U-21 mengetuk pintunya. Untungnya, dering telepon genggam mampu membangunkan mantan pemain Lorient tersebut.

“Saya sedang tidur siang, seseorang mengetuk pintu, tapi saya tidak mendengarkan karena sedang tertidur,” tutur Guendouzi seperti yang dikutip dari Goal. “Lalu pelatih menelpon saya, dia berkata bahwa ia yang mengetuk pintu, jadi saya langsung menemuinya,” sambungnya.

“Dia berkata: ‘kita harus bicara, saya sangat menyukai anda, tapi anda harus pergi’. Saya bingung, lalu saya berkata, ke mana? Dia berujar: ‘ke tim A’,” lanjutnya.

“Di dalam kepala saya terasa wow, awalnya saya tidak percaya karena 10 menit sebelumnya saya sedang tertidur. Saya kira masih dalam dunia mimpi. Lalu pelatih berbicara lagi, menjelaskan situasi bahwa saya tergabung dalam tim senior dan itu adalah sebuah mimpi,” tambahnya.

Mimpi Yang Jadi Nyata

Guendouzi sendiri tak bisa menutupi perasaannya saat bertemu dengan awak media. Sebab baginya, memperkuat timnas senior adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Dan sudah ia inginkan sejak lama dan akhirnya saat dirinya bermimpi di siang hari itu terjadi.

“Ini adalah kejutan besar bagi saya untuk hari ini. In adalah mimpi saya sejak kecil. Ini luar biasa, saya pikir setiap pemain Prancis ingin berada dalam tim ini. Ini hebat. Tak ada kata yang cukup untuk menjelaskan perasaan saya,” tandasnya.

Jika beruntung, Guendouzi berkesempatan untuk mencatatkan laga debutnya bersama timnas Prancis di laga kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Albania. Pertandingan itu sendiri digelar pada hari Minggu tanggal 8 September 2019 yang akan datang di Stadion Stade de France. Semoga saja semuanya sesuai harapan Guendouzi bisa memberikan permainan terbaiknya.

Neymar Gagal Ke Barcelona, Arsene Wenger Justru Bahagia

Setelah lama tak terlihat di jagat sepak bola, Arsene Wenger akhirnya kembali muncul ke permukaan. Ia menanggapi rumor kepindahan yang sedang menyelimuti salah satu bintang PSG berusia 27 tahun, Neymar. Yang tidak berhenti dibicarkan banyak publik.

Keinginan Neymar meninggalkan Parc des Princes telah menjadi rahasia umum. Anehnya, kabar tersebut justru terdengar dari petinggi Barcelona seperti Jordi Cardoner dan sang presiden klub, Josep Maria Bartomeu.

Sejak saat itu, pemain asal Brasil tersebut kerap dikaitkan dengan Barcelona dan memang dirinya pribadi sudah ingin kembali ke mantan klub. Leonardo selaku direktur PSG pun telah mengkonfirmasi bahwa timnya sudah mendapatkan proposal dari klub asuhan Ernesto Valverde itu.

Namun sangat di sayangkan, karena kedua klub tidak mencapai kesepakatan sampai bursa transfer musim panas ini ditutup. Dan hasilnya, Neymar harus bertahan dan menunggu hingga awal bulan Januari mendatang jika masih ingin pindah, itupun kalau Barcelona masih tertarik.

PSG Bisa Kehilangan Bintang Lain

Saga transfer ini cukup banyak mengundang perhatian semua orang, tidak terkecuali Wenger yang mengklaim dirinya sebagai penggemar berat Neymar. Pria asal Prancis itu percaya bahwa kepergian Neymar bakalan disusul oleh bintang-bintang PSG lainnya. Dan ini menjadi suatu yang bahaya dan menjadi beban nantinya untuk PSG.

“Saya pikir dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia, dan saya senang dia bertahan di PSG. Sebab, saat anda kehilangan salah satu dari dua atau tiga pemain terbaik dunia, hukum dunia akan membuat anda kehilangan yang lain di tahun berikutnya,” ujarnya kepada beIN Sports.

“Sangat sulit mempertahankan seorang pemain yang bisa membuat perbedaan, meskipun anda memiliki banyak uang sekalipun,” lanjut pria berumur 69 tahun tersebut.

Harga Mati

Menurut, Wenger lebih jelasnya dia meyakini bahwa mempertahankan pemain penting dalam sebuah klub adalah harga mati. Bagaimanapun caranya, klub harus bisa meyakinkan pemain penting tersebut bertahan tanpa benar-benar menutup peluang baginya untuk pindah. Jika sudah ada pemain yang dibutuhkan dan memang penting pertahankahlah.

“Saat anda memiliki mereka, anda harus mempertahankan mereka,” tambah Wenger.

“Saat anda ingin mempertahankan seorang pemain, lebih baik dengan meyakinkan bahwa dia penting bagi anda, daripada tidak memberinya peluang sama sekali untuk pergi,” tutupnya dengan tegas.

Dengan ditutupnya bursa transfer, maka Neymar harus melanjutkan kiprahnya bersama PSG musim ini. Sampai sekarang, ia tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya bersama Kylian Mbappe dan rekan lainya di laga resmi. So kita tunggu saja bagaimana aksi dari Neymar yang gagal kembali ke Barcelona.

Pinjamkan Sanchez Ke Inter, MU Dianggap Lakukan Kesepakatan Yang Salah Dan Buruk

Akhirnya berita resmi soal Manchester United sudah melepas pemain berusia 30 tahun, Alexis Sanchez ke Inter Milan dengan status pinjaman baru saja selesai. Namun, ada kabar dari mantan pemain Setan Merah berusia 41 tahun, Louis Saha yang memberikan penilaiannya soal kesepakatan itu adalah kesepakatan yang buruk.

Sanchez membuat cerita dengan kesulitannya menunjukkan permainan terbaiknya di Old Trafford setelah datang dari Arsenal. Bintang asal Chile itu hanya mencetak lima gol dari 45 penampilan. Hasil yang sedikit yang bisa ia dapatkan.

Alhasil, dengan perolehan yang di dapat oleh Sanchez tak masuk dalam rencana manajer Ole Gunnar Solskjaer pada musim ini. Sampai akhirnya sang pemain akhirnya dilepas ke Inter pada musim panas ini.

Sanchez hijrah ke Inter dengan status pemain pinjaman hingga akhir musim 2019/20. Namun, La Beneamata tak punya kewajiban untuk menebusnya di akhir musim nanti.

Dalam kesepakatan ini, Setan Merah masih menanggung sebagian besar gaji Sanchez, yakni sebesar 7 juta euro dari 12 juta euro. Sementara sisanya dibayar oleh Inter.

Kesepakatan Buruk

Berkaca dan belajar pada kesepakatan tersebut, kepergian Sanchez dari United dianggap sebagai keputusan yang buruk. Sebab, United masih menanggung gaji Sanchez dengan nominal yang cukup besar dan keputusan tersebut sampai di akhir bisa saling setuju dianggap keputusan yang tidak tepat. Berikut ungkapan dari mantan pemain MU.

“Ini yang aneh. Saya rasa Alexis sampai di titik rendah kepercayaan dirinya. Ketentuan perjanjian menunjukkan dia harus pindah,” kata Louis Saha kepada Stadium Astro.

“Dia pemain hebat dengan banyak skill dan hasrat bemain, tetapi dia tidak bisa memberikannya untuk Manchester United. Jadi kesepakatan di mana Manchester United masih membayar gajinya adalah kesepakatan buruk.” ujarnya kembali.

Tak Ada Gunanya Bertahan

Kepergian Sanchez mungkin disesali beberapa pihak karena membuat opsi di lini depan Setan Merah menipis. Namun, Saha sendiri sudahh menilai jika Sanchez memang sudah tidak ingin berada di klub untuk itu jika menahan-nahan Sanchez tidak mungkin tidak terlalu berpengaruh.

“Anda akan berpikir dia bisa bertahan di sana dan membantu tim tetapi secara mental itu terlalu melelahkan,” tambah Saha.

“Itu sebabnya dia ingin pindah – dia tidak merasa dihargai. Itu sangat sulit baginya. Keputusannya tidak berkelanjutan.” lanjutnya.

Ikuti Lukaku

Dengan bergabungnya Sanchez ke Inter, pemain berkebangsaan Cile tersebut menyusul mantan rekannya, Romelu Lukaku. Bomber asal Belgia itu sudah lebih dulu datang ke Giuseppe Meazza. Bahkan sudah membuat prestasi membanggakan di Inter harapan besar bisa terjadi juga di Sanchez bisa membawa Inter lebih baik lagi.

Sanchez sendiri sebenarnya merasakan jika dirinya sudah tidak asing dengan kompetisi Serie A. Ia pernah merumput di Udinese sebelum pindah ke Barcelona dan Arsenal.

Mourinho Punya Ajaran Khusus Untuk Memaksimalkan Trisula Maut Arsenal

Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, baru-baru menunjukkan jika dirinya tampak terkesan dengan performa trio Arsenal yang sudah di laksankan pada akhir pekan kemarin. Namun ia memiliki beberapa catatan penting yang diyakini bisa menambah daya gedor mereka.

Trio Arsenal yang dimaksud tersebut diantaranya yaitu Pierre-Emerick Aubameyang (berusia 30 tahun) , Alexandre Lacazette (berusia 28 tahun), dan Nicolas Pepe (berusia 24 tahun). Lalu ketiganya dimainkan secara berbarengan sejak menit awal untuk pertama kalinya saat the Gunners bertemu Tottenham di Premier League, yang di laksanakan pada hari Minggu tanggal 1 September 2019 tepatnya hari minggu kemarin.

Pertandingan tersebut akhirnya berakhir dengan kedudukan imbang skor 2-2. Lini belakang yang keropos membuat Arsenal harus tertinggal dua gol lebih dulu dibabak pertama sampai menjelang babak pertama selesai Arsenal belum mampu menyusul.

Lalu beruntung, trisula maut Arsenal berhasil membuat perbedaan. Dimulai dari gol Lacazette yang dibantu Pepe, kemudian aksi Aubameyang pada babak kedua, the Gunners pun berhasil mengejar defisit dua gol dan memaksa pertandingan berakhir dengan kedudukan seri. Walaupun hasil imbang sangat tidak di harapkan namun posisi tersebut, aman untuk Arsenal.

Arahan Dan Ajaran Dari Mourinho

Penampilan perdana trio Arsenal itu berhasil membuat Mourinho kagum. Meskipun demikian, pelatih asal Portugal tersebut memiliki beberapa catatan penting dan arahan yang ia yakin ini wajib diperhatikan Unai Emery soal ketiganya, terutama untuk Aubameyang yang bertujuan untuk semakin mempertahankan kerja keras trio untuk Arsenal. Berikut arahan dari Mourinho.

“Saya pikir mereka adalah pemain yang sangat bagus dan normalnya harus berada di lapangan secara bersama,” buka Mourinho kepada Sky Sports. “Saya pikir Aubameyang mungkin senang bermain di tengah karena merasa bisa mencetak lebih banyak gol,” sambungnya.

“Namun mungkin, ia bisa mencetak gol lebih banyak jika dimainkan di sisi kiri. Apa yang terjadi di Liverpool adalah [Roberto] Firmino mundur, masuk ke antar lini, lalu memberikan ruang untuk [Mohamed] Salah dan [Sadio] Mane untuk menyerang secara diagonal. Saya bisa melihat Aubameyang bermain di sisi kiri Liverpool dan mencetak banyak gol,” lanjutnya.

Opsi Permainan Lainnya

Tetapi, Mourinho sadar bahwa skema yang ada di kepalanya tersebut tak bisa diterapkan di Arsenal pada saat ini. Pria yang juga pernah menukangi Real Madrid tersebut merasa salah satu trio tersebut yaitu Lacazette tak memiliki atribut yang sepadan dengan Firmino. Dan bagaimanapun tidak bisa di samakan takutnya akan berakibat fatal.

“Lacazette tak memiliki kualitas itu, namun mereka memiliki dua opsi. Satu adalah bermain, tidak seperti hari ini dengan tiga gelandang yang berada hampir segaris, bermain seperti yang mereka lakukan pada 10 atau 20 menit terakhir dengan dua gelandang bertahan dan satu No.10 yang bisa membantu ketiganya tanpa harus menaruh Lacazette di antar lini,” tambahnya.

“Situasi lain yang sangat memungkinkan adalah membawa Pepe masuk ke dalam dari sisi kanan. Di zaman sekarang, banyak tim menggunakan empat bek, namun membangun dengan tiga di belakang, dan dengan melakukan itu mereka bisa menaruh, sebagai contoh bek kanan, benar-benar melebar sampai hampir menjadi winger dan membuat winger bisa menusuk ke dalam,” lanjutnya lagi.

“Jadi bila Pepe bermain lebih ke dalam, dia bisa memberikan asupan umpan diagonal kepada Lacazette dan melakukan seperti yang Guendouzi lakukan di gol terakhir [untuk Aubameyang], Pepe melakukannya dari sisi kanan dengan kaki kiri untuk menemukan Lacazette dalam garis diagonal,” tutupnya.

Manchester United Lagi-Lagi Pinjamkan Pemain Muda Borthwick-Johnson Ke Klub League One

Raksasa Premier League, Manchester United baru-baru saja ini mengumumkan bahwa mereka resmi meminjamkan bek muda berusia 22 tahun, Cameron Borthwick-Johnson ke klub League One, Tranmere Rovers.

Lewat laman resmi mereka, Manchester United menyatakan bahwa Borthwick-Johnson dipinjamkan selama satu musim penuh lamanya.

Keputusan yang di buat MU tersebut, merupakan keputusan untuk dirinya menjalani masa peminjaman yang keempat kalinya bagi Borthwick-Johnson. Sebelumnya, pemain berkebangsaan Inggris tersebut sempat dipinjamkan ke beberapa klub seperti Wolverhampton Wanderers, Leeds United, dan Scunthorpe United.

Borthwick-Johnson di Manchester United

Borthwick-Johnson sendiri merupakan pemain yang berhasil membuat prestasi dengan jebolan akademi Manchester United dan menjalani debutnya bersama tim utama pada tahun 2015 silam.

Borthwick-Johnson hingga kini tercatat sudah memberikan penampilannya sebanyak 14 kali bersama tim utama United, dan semuanya terjadi pada musim tahun 2015-16 lalu.

Dan musim ini merupakan tahun terakhir kontrak Borthwick-Johnson di Manchester United. Jika memang keputusannya tak ada perpanjangan, maka bisa jadi Setan Merah akan melepasnya secara gratis pada tahun depan.

Borthwick-Johnson menjadi pemain kesembilan yang dipinjamkan Manchester United pada musim panas ini. Yang sebelumnya tercatat ada beberapa pemain seperti Kieran O’Hara (Burton Albion), Dean Henderson (Sheffield United), Alexis Sanchez (Internazionale), Chris Smalling (AS Roma), Alex Fojticek (Stalybridge Celtic), Joel Pereira (Hearts), George Tanner (Morecambe), dan Aidan Barlow (Tromso).

Resmi Pindah Ke PSG, Inter Milan Pinjamkan Mauro Icardi

Saga transfer untuk pemain berusia 26 tahun, Mauro Icardi yang telah berlangsung lama akhirnya tuntas. Penyerang asal Argentina tersebut resmi meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan klub raksasa Prancis, PSG. Kini kehebohan berita tentang dirinya sudah usai.

Pada dasarnya memang keberadaan Icardi di San Siro sudah tak diinginkan lagi oleh Inter Milan. Hal tersebut pernah diutarakan oleh direktur Nerazzurri, Giuseppe Marotta, sejak beberapa bulan lalu.

Namun, melepas pemain berumur 26 tahun tersebut rupanya bukan perkara mudah banyak proses yang di lalui untuk mencapai kata resmi tersebut. Dari beberapa laporan, diketahui bahwa Icardi telah menolak banyak tawaran dari klub besar karena dirinya pribadi punya tujuan ingin bergabung dengan Juventus.

Tetapi sayangnya Juventus sedang memiliki kendala di lini depan. Dengan total mereka memiliki delapan pemain menyerang. Sehingga, jangankan memberikan ruang kepada Icardi, menjamin pemainnya bisa mendapatkan menit bermain sesuai keinginan pun sulit.

Resmi Pindah Ke PSG

Pada akhirnya, Icardi tak punya pilihan lain. Karena ketika dirinya harus memilih untuk bertahan di Inter Milan hanya akan membuatnya menjadi pemanis bangku cadangan. Alhasil, mantan penyerang Sampdoria tersebut memutuskan untuk melanjutkan kiprahnya di Prancis bersama PSG.

Klub berjuluk Les Parisiens itu merekrut Icardi dengan status pinjaman pada musim ini. Lalu, menurut kabar, PSG juga bisa mempermanenkan statusnya dan dengan harga yang di berikan senilai 70 juta euro pada akhir masa pinjaman.

Icardi pun kabarnya mendapatkan iming-iming dengan perpanjangan kontrak dari Inter Milan. Kontrak barunya itu akan membuatnya berstatus sebagai penggawa Nerazzurri hingga tahun 2022 mendatang.

“FC Internazionale Milano mengumumkan bahwa Mauro Icardi telah bergabung dengan Paris Saint-Germain. Penyerang asal Argentina itu sepakat pindah ke klub Prancis tersebut selama setahun dengan opsi permanen pada akhir masa,” bunyi pernyaaan resmi Inter, dikutip dari Football Italia.

Detail Biaya Peminjaman

Selain itu, kabarnya juga Inter Milan berhasil mendapatkan persetujuan untuk memperpanjang kontrak Icardi hingga tahun 2022. Ini sebagai langkah preventif agar Nerazzurri tidak kehilangannya dengan status bebas transfer jika PSG tidak tertarik mempermanenkan statusnya. Inter Milan berjaga-jaga jika memang akhirnya PSG tidak tertarik mempermanenkan pemain kebangsaan Italia, Argentina.

“Pada saat yang bersamaan, Icardi telah mencapai kesepakatan dengan FC Internazionale Milano untuk memperpanjang kontraknya hingga 30 Juni 2022,” lanjut pernyataan tersebut.

Media sedikit di buat penasaran karena kedua klub sama-sama tidak mengumumkan detail pembiayaan dalam perjanjian transfer tersebut. Namun menurut kabar dari Sky Sport Italia, kabarnya diketahui bahwa Les Parisiens harus membayar mahar peminjaman sebesar lima juta euro.

Kemudian, sebesar 65 juta euro sisanya akan diserahkan kepada Inter Milan jika PSG sepakat untuk mempermanenkan Icardi. PSG juga bersedia mendanai gaji sang penyerang senilai tujuh juta euro per tahun, dan bisa menjadi 10 juta per tahun andai Icardi menjadi pemain permanen klub asuhan Thomas Tuchel tersebut.