Mourinho Punya Ajaran Khusus Untuk Memaksimalkan Trisula Maut Arsenal

Mourinho Punya Ajaran Khusus Untuk Memaksimalkan Trisula Maut Arsenal

Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, baru-baru menunjukkan jika dirinya tampak terkesan dengan performa trio Arsenal yang sudah di laksankan pada akhir pekan kemarin. Namun ia memiliki beberapa catatan penting yang diyakini bisa menambah daya gedor mereka.

Trio Arsenal yang dimaksud tersebut diantaranya yaitu Pierre-Emerick Aubameyang (berusia 30 tahun) , Alexandre Lacazette (berusia 28 tahun), dan Nicolas Pepe (berusia 24 tahun). Lalu ketiganya dimainkan secara berbarengan sejak menit awal untuk pertama kalinya saat the Gunners bertemu Tottenham di Premier League, yang di laksanakan pada hari Minggu tanggal 1 September 2019 tepatnya hari minggu kemarin.

Pertandingan tersebut akhirnya berakhir dengan kedudukan imbang skor 2-2. Lini belakang yang keropos membuat Arsenal harus tertinggal dua gol lebih dulu dibabak pertama sampai menjelang babak pertama selesai Arsenal belum mampu menyusul.

Lalu beruntung, trisula maut Arsenal berhasil membuat perbedaan. Dimulai dari gol Lacazette yang dibantu Pepe, kemudian aksi Aubameyang pada babak kedua, the Gunners pun berhasil mengejar defisit dua gol dan memaksa pertandingan berakhir dengan kedudukan seri. Walaupun hasil imbang sangat tidak di harapkan namun posisi tersebut, aman untuk Arsenal.

Arahan Dan Ajaran Dari Mourinho

Penampilan perdana trio Arsenal itu berhasil membuat Mourinho kagum. Meskipun demikian, pelatih asal Portugal tersebut memiliki beberapa catatan penting dan arahan yang ia yakin ini wajib diperhatikan Unai Emery soal ketiganya, terutama untuk Aubameyang yang bertujuan untuk semakin mempertahankan kerja keras trio untuk Arsenal. Berikut arahan dari Mourinho.

“Saya pikir mereka adalah pemain yang sangat bagus dan normalnya harus berada di lapangan secara bersama,” buka Mourinho kepada┬áSky Sports. “Saya pikir Aubameyang mungkin senang bermain di tengah karena merasa bisa mencetak lebih banyak gol,” sambungnya.

“Namun mungkin, ia bisa mencetak gol lebih banyak jika dimainkan di sisi kiri. Apa yang terjadi di Liverpool adalah [Roberto] Firmino mundur, masuk ke antar lini, lalu memberikan ruang untuk [Mohamed] Salah dan [Sadio] Mane untuk menyerang secara diagonal. Saya bisa melihat Aubameyang bermain di sisi kiri Liverpool dan mencetak banyak gol,” lanjutnya.

Opsi Permainan Lainnya

Tetapi, Mourinho sadar bahwa skema yang ada di kepalanya tersebut tak bisa diterapkan di Arsenal pada saat ini. Pria yang juga pernah menukangi Real Madrid tersebut merasa salah satu trio tersebut yaitu Lacazette tak memiliki atribut yang sepadan dengan Firmino. Dan bagaimanapun tidak bisa di samakan takutnya akan berakibat fatal.

“Lacazette tak memiliki kualitas itu, namun mereka memiliki dua opsi. Satu adalah bermain, tidak seperti hari ini dengan tiga gelandang yang berada hampir segaris, bermain seperti yang mereka lakukan pada 10 atau 20 menit terakhir dengan dua gelandang bertahan dan satu No.10 yang bisa membantu ketiganya tanpa harus menaruh Lacazette di antar lini,” tambahnya.

“Situasi lain yang sangat memungkinkan adalah membawa Pepe masuk ke dalam dari sisi kanan. Di zaman sekarang, banyak tim menggunakan empat bek, namun membangun dengan tiga di belakang, dan dengan melakukan itu mereka bisa menaruh, sebagai contoh bek kanan, benar-benar melebar sampai hampir menjadi winger dan membuat winger bisa menusuk ke dalam,” lanjutnya lagi.

“Jadi bila Pepe bermain lebih ke dalam, dia bisa memberikan asupan umpan diagonal kepada Lacazette dan melakukan seperti yang Guendouzi lakukan di gol terakhir [untuk Aubameyang], Pepe melakukannya dari sisi kanan dengan kaki kiri untuk menemukan Lacazette dalam garis diagonal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *