Apa Alasan Manchester United Akhirnya Tidak Beli Jadon Sancho Di Januari 2019?

Baru-baru ini media sedang di ramaikan dengan berita Manchester United yang dikabarkan tak akan memaksakan transfer pemain muda yang baru berusia 19 tahun, Jadon Sancho pada awal bulan Januari 2019 yang akan datang. Akan tetapi, Setan Merah tetap menjadikan pemain Borussia Dortmund sebagai buruan utama walaupun tidak terlalu menjadi fokus MU.

Sebagai bentuk nyata manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer telah melakukan sejumlah perubahan di lini depan pada musim panas 2019 ini. Bahkan sampai merelakan dua pemain telah dilepas oleh pria asal Norwegia.

Pemain tersebut, Romelu Lukaku yang dilepas ke Inter Milan karena tidak masuk dalam rencana Solskjaer. Menyusul Lukaku, ada pemain berusia 30 tahun Alexis Sanchez juga akan segera menjadi milik Inter Milan dengan status pemain pinjaman.

Dan setelah rencananya untuk melepas dua pemain depan, Solskjaer sang pelatih rupanya tidak ingin buru-buru mencari pemain pengganti. Dia memang sudah lirik dan mempunyai niat pada Jadon Sancho. Tetapi sang pelatih tersebut sudah mengungkapkan jika dirinya tidak akan membeli pemain muda tersebut dari awal bulan Januari 2019 mendatang.

Mengapa Solskjaer Tak Beli Jadon Sancho di Januari 2019?

Menurut informasi yang dikutip dari Evening Standard, Ole Gunnar Solskjaer melihat ada potensi kerumitan jika memaksakan transfer Jadon Sancho pada Januari 2019 tentu dirinya tidak mau segala sesuatu di paksakan. Selain soal finansial harga, dia takut Sancho gagal beradaptasi di United.

Dan menurut sang pelatih pembeli pemain di tengah musim memang mengandung resiko yang besar. Harga pemain akan melambung tinggi. Solskjaer pun tidak ingin United menginvestasikan uang dalam jumlah yang terlalu tinggi. Dia ingin transfer yang lebih realistis dengan nominal yang wajar.

Borussia Dortmund sendiri pun diyakini juga tidak akan melepas Jadon Sancho begitu saja dengan harga yang murah. Dortmund klub dari pemain muda berusia 19 tahun tersebut, selama ini memang piawai melepas pemain dengan harga tinggi. Bisa di lihat contohnya seperti pemain berusia 30 tahun, Pierre-Emeric Aubameyang dan Christian Pulisic berusia 20 tahun, dua nama tersebut yang paling baru.

Alasan kedua, jika Sancho bergabung pada tengah musim, dia tidak akan punya banyak waktu untuk beradaptasi. Apalagi, kompetisi di Inggris tidak mengenal jeda musim dingin. Kompetisi masih terus berjalan. Ini menjadi point yang di khawatirkan dan menjadi beban banyak untuk MU.

Solskjaer tidak ingin pemain 19 tahun tersebut gagal beradaptasi dan justru menjadi bahan bully dari suporter saat tampil buruk. Pelatih berusia 46 tahun tersebut sangat memperhatikan dirinya. Dia tidak ingin Jadon Sancho mengalami kegagalan seperti Alexis Sanchez yang juga dibeli pada bulan Januari waktu itu. Solskjaer jelas tidak ingin melakukan kesalahan berulang.

Tidak Mencari Tambahan Penyerang

Dan keputusan lebih jelasnya lagi, sang pelatih Solskjaer juga diyakini tidak akan mencari tambahan penyerang pasca sudah resmi melepas Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Manajer berusia 46 tahun dirasa sudah cukup puas dengan skuad yang dimiliki ia hanya ingin fokus pada timnya saat ini agar semakin membawa prestasi yang baik.

Manchester United sempat dikabarkan tertarik untuk merekrut Fernando Llorente. Mantan penyerang Tottenham tersebut saat ini berstatus free transfer. Jika United mau masih bisa menampungnya dan dijadikan pemain pelapis.

Akan tetapi, Solskjaer sepertinya benar-benar tidak punya rencana untuk menambah pemain baru. Dia akan lebih fokus pada pemain muda yang ada di skuad Manchester United. Dan menurut dirinya itu sudah lebih dari cukup ia sendiri sudah puas dengan timnya saat ini. Dan yang tercatat MU masih punya tiga pemain muda yaitu Angel Gomes, Tahith Chong dan Mason Greenwood yang memang di harapkan bisa membangkitkan nama MU dan tetap mempertahankan kejayaan.

Untuk Para Fans Barcelona, Mana Suaranya Yang Sudah Rindu Lionel Messi?

Berita kali ini datang dari Barcelona dimana klub ini sudah berhasil memainkan dua laga di La Liga musim 2019/2020 ini. Namun, dari dua laga tersebut, nyatanya tidak ada nama Lionel Messi dalam daftar susunan pemain. Pastinya fans Barcelona sudah mulai rindu kan?

Lionel Messi memang tidak mungkin bermain pada dua laga awal musim 2019/2020. Dirinya tidak main karena ada sebabnya, dikarenakan pemain asal Argentina kini dalam kondisi cedera. Messi mengalami cedera pada bagian betisnya dan masih menjalani proses dirinya akan kembali.

Dan kabar baiknya, satu pekan terakhir Lionel Messi sudah kembali untuk berlatih. Dia sempat diprediksi akan bermain ketika Barcelona menang dengan perolehan skor 5-2 atas Real Betis di Camp Nou, yang sudah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019 yang lalu.

Tetapi nyatanya, Messi hanya duduk di tribun pada laga tersebut. Lalu pertanyaan yang sering di tanyakan oleh banyak orang, kira-kira kapan Lionel Messi akan kembali bermain untuk Barcelona? Karena sampai sejauh ini belum menemukan jawaban yang tepat. Simak berikut ini.

Cedera Betis Lionel Messi

Seperti yang di ketahui Lionel Messi mengalami dan mendapatkan cedera pada fase akhir sesi pramusim Barcelona. Pemain yang sudah berusia kepala 32 tahun ini sempat dikabarkan sudah sembuh dan siap untuk bermain di laga akhir pekan ini.

La Pulga, oleh beberapa media di Spanyol, diyakini sudah siap untuk bermain saat Barcelona menjalani laga tandang melawan Osasuna. Laga akan digelar di Stadion El Sadar pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2019 dini hari WIB.

Namun, seperti dikutip dari Marca, ada beberapa kendala karena kondisi kebugaran Lionel Messi mengalami penurunan. Progres dari penyembuhan cederanya tidak berjalan sesuai dengan rencana awal. Messi akan sembuh lebih lama dari perkiraan.

Pelatih Ernesto Valverde kabarnya juga tidak akan mengambil resiko dengan memainkan Lionel Messi pada laga melawan Osasuna. Messi diprediksi akan berada dalam kondisi 100% dirinya di nyatakan sehat dan bugar pada laga melawan Valencia, yang akan di laksanakan pada hari minggu tanggal 15 September 2019 yang akan datang.

Sementara itu, terkait jeda internasional, belum ada konfirmasi lebih lanjut apakah timnas Argentina akan memanggil Lionel Messi atau tidak.

Masih Punya Antoine Griezmann

Bukan hanya Lionel Messi yang kini harus mengalami musibah dirinya cedera. Satu amunisi di lini depan Barcelona juga mengalami cedera yakni Luis Suarez. Barca pun cukup kaget karena dua pemain harus mengalami kecelakaan yang sama dan merasakan kedua pemain adalah mesin gol andalan Barcelona pada musim lalu.

Namun, Barcelona agaknya tidak perlu terlalu risau dengan absennya kepada pemain. Sebab, klub asal Catalan tersebut kini sudah memiliki pemain anyar berusia 28 tahun, Antoine Griezmann yang bisa menjadi tumpuan di lini serang.

Dan diharapkan dirinya bisa membawa Barcelona meraih kemenangan. Dan tercatat Antoine Griezmann telah memberi bukti bahwa dia layak menjadi andalan di lini depan Blaugrana. Pemain asal Prancis itu tercatat berhasil mencetak dua gol dan satu assist ketika Barcelona menang dengan perolehan skor 5-2 atas Real Betis akhir pekan lalu. So semoga saja Griezmann bisa semakin membuktikan dirinya di Barcelona dan membuat para fans Barcelona tidak kecewa.

Joachim Andersen Memilih Lyon Arsenal Di Tolak, Bongkar Apa Alasannya?

Baru saja publik diramaikan dengan ungkapan dari Mantan penggawa Sampdoria, Joachim Andersen, dimana akhirnya buka-bukaan mengapa dirinya menolak tawaran dari Arsenal di bursa transfer musim panas ini. Ia mengaku punya ambisi bermain di Liga Champions.

Pemain yang beroperasi di jantung pertahanan tersebut memutuskan untuk bergabung dengan Olympique Lyon pada musim ini dibanding harus bergabung dengan Arsenal. Seperti yang diketahui menurut berita raksasa Prancis tersebut menebusnya dengan harga yang terbilang cukup murah, yakni 21,7 juta pounds.

Lyon sendiri berhasil mendapatkan jatah bermain di Liga Champions musim ini, setelah mereka berhasil finis pada posisi tiga klasemen akhir Ligue 1. Mereka masuk dalam Pot 3 bersama klub besar lain seperti Valencia dan Inter Milan.

Lalu sementara itu untuk klub yang di tolak oleh pemain berusia 23 tahun, Arsenal harus menerima nasib bermain di Liga Europa musim depan. Hal itu diakibatkan kegagalannya menembus empat besar klasemen akhir Premier League dan hanya mampu bertengger pada peringkat lima. Mungkin saja hal tersebut yang membuat Joachim Andersen menolak klub ini.

Alasan Andersen Tolak Arsenal

Nah memang benar tidak salah satu alasannya karena Arsenal sudah begitu dekat dengan Liga Champions musim lalu. Klub asuhan Unai Emery tersebut hanya tertinggal satu poin dari tim peringkat empat, Tottenham, dan bisa mendapat tiket tambahan andai tidak dihajar Chelsea saat itu di babak final Liga Europa tepatnya pada musim lalu.

Selain itu, nama besar the Gunners dan pamor Premier League jelas lebih jauh ketimbang Lyon serta Ligue 1. Namun tekad Andersen untuk dirinya ingin bermain di Liga Champions membuatnya harus menolak tawaran the Gunners.

“Ada klub bagus [yang tertarik], namun Lyon adalah pilihan yang terbaik untuk saya,” tutur pemain kelahiran Frederiksberg, Denmark, tersebut kepada Foot Mercato.

“Saya ingin berkembang sebagai seorang pemain, bemain di Liga Champions, masuk dalam tim besar yang berjuang mendapatkan gelar dan Lyon adalah solusi terbaiknya,” tandasnya.

Arsenal Pernah Serius Kejar Andersen

Tentu saja setiap ada sosok baru untuk lini pertahanan memang menjadi fokus utama Arsenal pada bursa transfer musim panas ini. Selain karena sektor tersebut merupakan kelemahannya di musim lalu, ternyata karena Arsenal juga ditinggal oleh salah seorang beknya berusia 33 tahun, Laurent Koscielny.

Keseriusan Arsenal dalam mendapatkan Joachim Andersen memang jelas sekali sudah terlihat dari berbagai laporan yang beredar. Bahkan kabarnya tidak tanggung-tanggung, the Gunners dikabarkan siap membayar senilai 43 juta pounds demi mendapatkannya.

Namun kenyataan berkata lain alhasil, Arsenal pun harus mengalihkan bidikannya ke pemain lain. Dan pilihan lainnya itu jatuh pada pemain berusia 32 tahun, David Luiz, yang sebelumnya merupakan penggawa inti Chelsea. The Gunners kabarnya berhasil menebusnya dengan harga delapan juta pounds jelang bursa transfer Premier League ditutup.

Rencana Yang Tidak Seirama, Direksi Manchester United Disebut Tidak Setuju Dan Blokir Rencana Transfer Solskjaer!

Baru-baru ini muncul kabar soal rencana yang disiapkan oleh sang pelatih Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer Manchester United namun kabar yang berhembus tidak berjalan sepenuhnya. Sebab, masih ada jajaran direksi yang memblokir beberapa rencana transfer Solskjaer.

Sejarah Solskjaer yang sudah ditunjuk sebagai manajer United pada Desember 2018 lalu. Pria asal Norwegia tersebut menggantikan peran yang sebelumnya dibebankan kepada Jose Mourinho.

Dan pada bursa transfer di awal bulan Januari 2019, tidak ada satu pun pemain yang dibeli oleh Solskjaer. Lantas, pada bursa transfer musim panas 2019 kali ini, sudah tercatat ada tiga pemain dibeli oleh manajer berusia 47 tahun untuk memperbaiki skuad.

Namun, harapan tidaklah sesuai harapan. Karena kabarnya saat ini terdengar jika tidak semua rencana Solskjaer mendapat dukungan dari klub. Yuk cari tau ada beberapa rencana transfer apa saja yang diblokir oleh klub.

Upaya Solskjaer Bangun Kembali Skuad Manchester United

Usaha yang di lakukan Ole Gunnar Solskjaer dimana dirinya datang dengan mewarisi skuad yang dibangun oleh Jose Mourinho. Solskjaer punya ide yang berbeda dengan sang pendahulu. Jika rencana yang Solskjaer punya yaitu ingin Setan Merah bermain menyerang, cepat, dan atraktif.

Karena itu, Solskjaer meminta sejumlah pemain untuk dibeli. Mantan manajer Cardiff City tersebut lantas mendapatkan beberapa nama pemain seperti Daniel James, Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire. Nama-nama yang muncul tersebut adalah mereka para pemain yang sesuai dengan permintaan Solskjaer.

Namun, seperti dikutip dari Standard, Solskjaer sejatinya ingin membeli lebih banyak pemain baru di bursa transfer. Setidaknya, masih ada satu lagi pemain yang menjadi impian Solskjaer. Yaitu pemain yang sudah berusia 24 tahun, Bruno Fernandes.

Namun kendati ada beberapa hal yang tidak mendasari karena pihak United memblokir upaya Solskjaer untuk mendapatkan servis pemain asal Portugal. Lalu salah satu cara yang dipakai adalah dengan ketidak ikhlasan untuk melepas Fred. Dengan keberadaan pemain berusia 26 tahun, Fred masih di skuad, maka United tidak akan punya tempat untuk Bruno Fernandes.

Sulitnya Manchester United Melepas Pemain

Solskjaer punya beberapa nama pemain yang memang sudah tidak lagi masuk dalam rencananya. Dan nama tersebut yaitu Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez masuk didalam rencana itu. Dan keduanya pun sudah resmi terpental dari skuad United dan pindah ke Inter Milan.

Selain itu, Solskjaer juga ingin merampingkan komposisi pemain di posisi bek. Setidaknya, ada dua nama yang hendak di lepas oleh Solskjaer agar skuadnya menjadi cukup ideal.

Dua pemain yang hendak dilepas tersebut adalah Matteo Darmian dan Marcos Rojo. Tetapi, lagi-lagi direksi United seolah enggan melepas keduanya. Bahkan sangking tidak ingin dijualnya, harga jual dibuat tinggi hingga klub peminatnya mundur.

Dan kasus tersebut, dialami dan hampir sama juga terjadi pada Chris Smalling dan Phil Jones. Nama mereka berdua sudah tidak masuk dalam ide Solskjaer. Tetapi pihak klub justru bersikeras untuk tetap mempertahankan dua bek tengah senior tersebut. Tidak seirama dan tidak sekompak yang di bayangkan ya klub dan juga sang pelatih. Bagaimana keputusan akhirnya kita tunggu saja dan semoga itu yang terbaik untuk MU ya Bolaneters!

Lagi-lagi Transfer Neymar Mengalami Kesulitan, PSG Tolak Tawaran Teranyar Barcelona

Tidak kunjung menemukan jalan keluarnya salah satu kisah transfer terbesar musim panas ini, yang terjadi pada pemain berusia 27 tahun, Neymar ke Barcelona, yang kabarnya kembali menemui jalan buntu. PSG disebut baru menolak tawaran teranyar yang di ajukan oleh Barcelona untuk bintang Brasil itu.

Sejak awal rumor, saga transfer Neymar ini sudah berjalan alot. Neymar memang ingin pulang ke Barca, juara La Liga itu memang juga sudah tertarik, tapi yang saat ini masih menjadi masalah yaitu karena harga jual PSG jadi masalah utama. Harga Neymar terlalu mahal untuk Barca.

Saat dua tahun lalu, PSG membeli Neymar dengan harga 222 juta euro. Jelas, kali ini mereka tidak mau rugi. PSG hanya mau melepas Neymar untuk harga yang lebih tinggi. Dan PSG tidak ingin melewatkan kesempatan ini dan ketika opsi lain di ajukan PSG pun enggan menerimanya.

Tetapi Barca bisa saja memenuhi permintaan tersebut, namun seperti yang sudah di ketahui mereka sudah menghabiskan banyak uang musim panas ini. Simak berikut ini lebih jelasnya seperti apa.

Usaha Barca

Sepekan terakhir media selalu ramai dengan pemberitaan Neymar, Sport menyebut Barca masih mengusahakan transfer Neymar. Sampai langkah pihak klub menerbangkan sejumlah perwakilan ke Paris untuk bernegosiasi, salah satunya Eric Abidal.

Sampai akhirnya Barca menawarkan skema uang plus pemain untuk memudahkan transfer. Namun kabarnya, PSG sempat tertarik dan mengusulkan satu kondisi yaitu 100 juta euro + Ousmane Dembele + Nelson Semedo.

Namun ternyata cara tersebut tidak di gubris oleh PSG, dan kabar tersebut tidak juga diperjelas. Sampai saat ini Neymar masih bungkam, padahal batas waktu transfer tinggal lima hari lagi yaitu tepat pada tanggal 2 September 2019.

Lalu kini, muncul kabar bahwa PSG berubah pikiran dan menolak skema tersebut.

PSG Menolak

Lalu sampai akhirnya, RMC Sport mengklaim PSG baru saja menolak tawaran teranyar Barcelona. Dan kabarnya, PSG hanya mau melepas Neymar untuk pembayaran penuh, bukan pertukaran pemain. Sepertinya apa yang sudah di prediksi terjadi PSG tetap enggan menerima opsi tersebut.

Kabar ini cukup mengejutkan, sebab kedua klub tampaknya cukup puas dengan skema uang plus pemain. RMC mengklaim tawaran Barca itu tidak lagi valid sebab PSG jelas hanya menginginkan uang untuk melepas Neymar.

Permintaan PSG ini jelas merupakan pukulan mundur bagi Barcelona. Artinya, skema terbaik adalah meminjam Neymar selama satu musim dengan kewajiban membeli permanen yang akhirnya di laksanakan pada musim depan.

Saga transfer Neymar mungkin akan semakin jelas akhir pekan ini ketika Josep Maria Bartomeu bertemu dengan pimpinan PSG pada ajang drawing Liga Champions di Monaco. So kita tunggu saja bagaimana keputusan resminya terkait soal Neymar dengan dua klub yang semakin panas untuk menemukan jalan keluarnya.

Arsenal vs Tottenham, Prediksi Paul Merson The Gunners Akan Menang!

Baru-baru ini media sedang di ramaikan dengan pernyataan dari pandit sepak bola Inggris, Paul Merson, dimana dirinya memberikan prediksinya terkait laga yang akan terlaksana untuk klub Arsenal vs Tottenham. Paul Merson meyakini Arsenal yang akan mendapatkan kemenangan dengan skor yang cukup telak yakni 4-1.

Arsenal akan berjumpa Tottenham pada pekan keempat Premier League, yang akan di laksanakan pada hari Minggu tanggal 1 September 2019 yang akan datang. Laga derbi London Utara tersebut akan digelar di Stadion Emirates.

Namun jika lihat, baik Arsenal tidak sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Arsenal baru saja menerima kekalahannya dari Liverpool. Begitupun dengan lawan Arsenal nanti, Tottenham pada laga terakhirnya juga harus menelan kekalahan dari Newcastle United sama-sama berada di posisi yang mengkhawatirkan namun mereka harus tetap percaya diri untuk bisa mengejar kemenangan.

Meskipun kenyataannya seperti itu, tapi Paul Merson sudah yakin dan melihat apa sebab dirinya memiliki alasan mengapa Arsenal diprediksi akan menang. Apa saja alasan itu? Yuk simak berikut lebih lengkapnya.

Prediksi Arsenal Menang Dengan Skor 4-1

Sebelum Arsenal harus menerima kekalahannya dari Liverpool sampai perolehan skor 3-1, Arsenal tercatat memberikan penampilannya cukup bagus pada dua laga awal Premier League musim 2019/2020 ini. Sampai The Gunners mampu meraih dua kemenangan atas Burnley dan Newcastle United. Berikut ini adalah percakapan Paul Merson soal prediksinya.

“Saya rasa Arsenal memenangkan laga dengan cukup nyaman, mereka akan menang 4-1,” buka Paul Merson dikutip dari Sky Sports.

“Saya pikir mereka akan mengoyak Tottenham,” sambungnya.

Paul Merson sudah menilai jika Arsenal berada di zona yang lebih baik dibanding Tottenhan. Untuk itu dirinya bisa memberikan prediksi yang membuat banyak orang penasaran dan tidak sabar laga tersebut di laksanakan. Pasukan Mauricio Pochettino disebut masih belum berada pada performa terbaiknya pada awal musim 2019/2020 ini.

“Saya melihat Tottenham masih berjuang dan jika Arsenal menyerang maka mereka akan mencetak beberapa klub. Laga [Tottenham] lawan Manchester City menunjukkan ada celah itu,” ucap Paul Merson.

Tottenham Masih Kacau

Dan jika di lihat dari sisi lawan, Tottenham berada dalam situasi pada saat membuka musim 2019/2020 dengan mengalahkan Aston Villa pada skor 3-1. Setelah itu, The Lily White ditahan imbang oleh Manchester City dengan perolehan skor 2-2. Lalu pada pekan ketiga, Tottenham harus menerima kekalahannya dari Newcastle dengan skor tipis 1-0. Berikut ini komentar Paul Merson soal Lawan The Gunners Tottenham.

“Oke, mereka menahan imbang Man City, tetapi bagaimana caranya, Man City melepaskan 30 tendangan. Saya rasa kepercayaan diri mereka juga sedang menurun,” kata Paul Merson.

“Saya melihat Tottenham melawan Newcastle beberapa hari lalu, mereka kala 1-0 dan mereka bermain lambat. Tottenham akan senang dengan hasil imbang (lawan Arsenal),” tutup Paul Merson.

Tottenham sendiri tercatat dalam tiga laga awal belum bisa memainkan Dele Alli yang masih cedera. Son Heung-Min juga baru pulih dari cedera. Sementara, pelatih Mauricio Pochettino nampak masih mencari komposisi pemain terbaik dengan selalu mengganti strating line up di setiap laga. So kita tunggu laga tersebut terlaksana ya tanggal 1 September 2019 akankah prediksi yang Paul Merson katakan bisa membuktikan sesuatu yang benar atau mungkin meleset. Bagaimana kalau menurut Bolaneters?